Bahagia melihatnya mulai pulih…

Semalam, kami baru saja menjenguk pak Has, Ketua Jurusan Teknik Informatika yang juga adalah PA(Penasehat Akademik) kami. Sudah beberapa bulan ini beliau struk. Dan barulah Malam minggu kemarin kami punya kesempatan untuk menjenguk beliau. Yang kami dengar dari teman-teman di kampus, kondisinya sangat parah, tak mengenali siapapun. Dan kesempatan hidup sudah sangat kecil. Beliau juga sudah kembali kerumah. Tak lagi di rumah sakit. Sedih mendengar berita itu. Meski beliau tak pernah sekalipun senyum kepada kami ketika di kampus, bahkan kuliah PHP ku sendiri pernah diberi nilai error, Judul pun berkali-kali beliau tolak, tapi itu tak membuatku membencinya. jadilah kami kerumahnya malam itu tepat pukul 7. Hanya berbekal alamat yang sempat kubaca di data dosen, berangkatlah kami.  Sepertinya daerah Antang begitu asing buat kami, sehingga untuk alamat itu kami harus berputar-putar selama beberapa saat.
Yup, setengah sembilan barulah alamat itu kami temukan. Kami melihat ada mobilnya parkir di depan rumah.
“Assalamu alaikum…., Assalamu alaikum…” kami beberapa kali mengucap salam. Kemudian ada seorang lelaki yang keluar dan menjawab salam kami.
“Walaikuum salaaam”.
“Benar ini rumahnya pak Has?” Indoth mulai bertanya.
“Iya benar” Jawab lelaki itu…

Tanpa dia bertanya kami siapa, kami dipersilahkan masuk. Sepertinya dia tahu kalau kami adalah mahasiswanya bapak. Soalnya sudah banyak mahasiswanya yang mengunjungi beliau.
Dengan sedikit perasaan tegang, seperti biasa ketika akan bertemu beliau, kami pun melangkah masuk kerumahnya. Didalam rumahnya ada beberapa komputer yang biasa digunakan oleh beberapa mahasiswa yang ikut privat pada beliau.

Laki-laki tadi masuk ke kamar bapak. Lalu kami dipersilahkan masuk ke kamar itu. Alangkah terkejutnya, melihat bapak yang dulu selalu menjaga wibawanya, selalu memperlihatkan sikap tegasnya dan tak pernah bersahabat dengan mahasiswa, kini terbaring tak berdaya ditempat tidurnya. dan lebih membuat sedih lagi, disisinya juga ada istrinya yang katanya juga lumpuh.
Istrinya mulai bangun dan duduk menyapa kami. Beliau sangat ramah dan baik. Dia menjelaskan keadaan bapak saat ini. Mendengar penjelasannya, bapak sudah lebih baik dari kemarin. Dan satu hal yang benar-benar membuatku dan teman-temanku terharu, dia tersenyum. Senyum yang tak pernah ada buat kami sebelumnya.

Bapak berusaha bicara, tapi ucapan yang keluar dari bibirnya tak satupun ada yang mengerti.
Aku jadi teringat Alm.Nenekku yang sebelum meninggal juga terkena struk desember tahun lalu.. Bicaranya tak ada yang mengerti. Ku hampir sj menangis. Tapi kuberusaha ‘tuk menahannya.

Di rumah bapak kami hanya sebentar. Merasa mengganggu waktu istirahat mereka, kami pun pamit pulang. Tanpa kami duga, bapak menyodorkan tangannya untuk bersalaman.. Ya Tuhan, ini pertama kalinya terjadi…

Di jalan pulang, aku berpikir. Tragis benar nasib dosenku ini, begitu hatiku berkata. Ditambah lagi beliau belum punya anak.
Lalu siapa yang akan merawat mereka nanti??
Bersyukur mereka memiliki keluarga yang bisa memberi perhatian yang lebih dengan kondisi mereka seperti saat ini.
Mungkin ini ujian buat mereka untuk meningkatkan derajat mereka di hadapan-Nya. Semoga setelah ini, kehidupan mereka menjadi lebih baik, Bapak cepat sembuh,
Ibu pun sehat selalu, dan semua bisa kembali ke kampus seperti sediakala….Amiiiiinnnn…

Advertisements

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: