Berhenti Memanfaatkan “Mafia Skripsi”…

“Mafia Skripsi”, itulah kami menyebut orang2 yang selalu membantu para mahasiswa menjadi seorang sarjana “Palsu”.
Ini pengalaman ku ketika kuliah. Bahkan itu terjadi di sekitarku dan pelakunya adalah orang2 terdekat ku….
Buatku, ini sangat merugikan bagi para mahasiswa sendiri. Memang, mereka tak perlu lagi bersusah-susah mengerjakan tesis yang begitu sulit, beserta aplikasi yang mengikutinya.
Akan tetapi, untuk sebuah skripsi+aplikasi(program), mereka harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah..
Belum lagi saat ujian, apa yang mereka akan jawab ketika pertanyaan datang?
Sementara apa yang mereka bawakan bukanlah buah pemikiran mereka.
Ya, di ruang sidang, mereka hanya akan duduk manis dan gigit jari….
Kasihan sekali para mahasiswa itu, mereka sedikitpun tak menyadari, kalau itu hanya membuat mereka semakin bodoh…
Sementara bagi para mafia, ini sangat menguntungkan, selain mereka mendapat fee, mereka pun akan semakin banyak ilmunya…

Ini pun hampir saja kualami. Saat itu, ujian beberapa pekan lagi dimulai, sementara aku belum mengerjakan apa-apa.
Panik, takut, gelisah siang malam, itulah gambaran perasaanku saat itu.

Teman2ku mulai seminar proposal, sementara aku belum juga menyelesaikan praktek lapangan . Judul pun belum di setujui…
Tiga kali sudah judul ku di tolak!!! Tapi saat itu aku masih belum berputus asa. Pikirku, 1000x di tolak, 1001x aku akan maju….
Wah, aku bingung, apa ya yang harus kulakukan?? Kok begitu banyak hambatannya…
Hampir saja aku putus asa, dan meminta bantuan pada programmer untuk menyelesaikannya..
Bahkan kita juga sudah buat kesepakatan untuk menggunakan jasa mereka…

Saat aku pulang, aku berpikir, untuk apa kuliah bertahun-tahun, jika untuk menyelesaikan skripsi sendiri kita tak mampu…Teman-temanku pun mendukung. Mereka yakin kalau aku bisa…Kebetulan satu-satunya judulku yang diterima adalah desain web.
Desain web ini, adalah kuliah favoritku…

Esoknya, sudah kuputuskan, skripsi kukerjakan sendiri…
Hanya beberapa minggu, aku berhasil menyelesaikannya…
meski harus kerja keras, tapi hasilnya sangat memuaskan…

Buat teman2, berhenti memanfaatkan mafia skripsi…kita harus yakin dengan kemampuan sendiri.
Karena tak ada yang tak bisa, asalkan kita mau berusaha….

Advertisements

,

  1. #1 by andiez on June 9, 2009 - 9:07 am

    setuju… bu….banget malah…
    yakinlah pada kemampuan diri sendiri aja …
    seburuk-buruknya hasil kerja sendiri lebih baik daripada sebagus-bagusnya hasil karya orang lain yang di klaim menjadi milk kita sendiri…………
    ouw..ouw….

    Pizzzz…..Btw minta maaf ka lagi belum posting apa2
    jangko bombeka nha….
    tidak adami itu temanku yang baik n tidak sombong seerta cute n gaul sepanjang masa….
    hehehe

  2. #2 by zulkarnaen on September 12, 2009 - 3:12 pm

    Mafia skripsi banyak tuh di kampus. Dosen juga banyak jadi mafia skripsi untuk mendapatkan banyak jutaan uang dalam waktu sekejap. Benar sih berita ini?

  3. #3 by Toni on March 21, 2010 - 9:03 pm

    Mafia skripsi mungkin itu adalah istilah yang terlalu kasar dan sepihak menurut saya. Mungkinkah ada para pekerja skripsi bila tidak ada tawaran ?? It’s imposible.

    Kita mestinya melihat dulu potret pendidikan kita seperti apa.Apakah mutu kurikulum pendidikan kita sudah cukup bagus ? apa dosen-dosen yang mengajar berkompeten ? Apakah fasilitas memadai ? Adakah motifasi dan pengarahan dari pihak pendidik ( dosen dan sebagainya ) tentang gambaran skripsi di awal semester ?

    Kalau memang skripsi menjadi titik berat untuk lulus. Seharusnya diarahkan dari awal bukan disiksa di akhir.

    Seharusnya mesti ada standar penilian skripsi itu seperti apa ( selama ini yang ada, standar penulisan, bukan standar penilaian). Peniliaian Dosen A dengan Dosen Z bisa berbeda.
    Ketika anda mengajukan Judul, Anda ditolak 3 tiga kali.
    Anda tahu kenapa ? Bisa saja mungkin karena judul anda tidak layak menurut dosen A. Tapi bisa jadi itu sudah layak pada dosen Z. So bukankah itu membingunkan ??

    Titik berat pembuatan skripsi bukan pada pembuatan.
    Tetapi pada dosen yang bersangkutan, atau pada proses bimbingan dan revisi

    Inilah hanyalah pendapat saya semata
    Tohh anda juga sudah mengalaminya
    Terimakasih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: