17 September 1986-17 September 2008

Waktu telah membawaku hingga ke hari ini.
Mengajakku melalui masa-masa yang panjang.
Memberi warna hidupku terlalu banyak,
hingga tak bisa lagi ku mengenali satu demi satu warna itu.

Perlahan ku mulai menyadari,
Angka nol masih menjadi gambaran hidupku hingga saat ini.
Seakan aku bukanlah siapa-siapa,
dan tak punya apa-apa.
Nol, angka yang tak punya nilai
dan selamanya takkan pernah punya nilai.
Akan tetapi, Nol akan menjadi sempurna
Jika saja disandingkan dengan angka satu.
Satu dan Nol menjadi Sepuluh.
Melihat itu, kusadari satu hal,
Memang hanya satu yang saat ini masih dan selalu setia bersamaku.
Dialah Nafasku.
Memberiku kesempatan untuk bisa melihat baik & buruknya kehidupan,
memberi kesempatan untuk bisa mendengar keluh kesah jiwaku,
memberiku kesempatan untuk menyayangi orang-orang yang menyayangiku,
dan mendengarkan suka dukanya perasaanku.
Terima kasih masih bersamaku,
menemaniku di setiap langkah,
membuatku jadi lebih berarti.
Jika kelak kau meninggalkanku,
aku ingin angka Nol ini sudah punya nilai.
Karena kutahu, suatu saat kau ‘kan meninggalkanku.
Dan hari ini, jatah waktumu bersamaku berkurang satu.

Ya Rabb, Kusyukuri nikmatmu yang besar ini,
Meski jatah hidupku di dunia berkurang lagi,
Tapi setidaknya kau masih memberiku kesempatan untuk melihat kebesaranMu, memujaMu, dan mengagungkan namaMu…
Jika saja boleh ku meminta, aku ingin kau beri aku cinta, cinta yang begitu besar padaMu.

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: